Manajemen Diri Dalam Penanggulangan HIV AIDS

by HARUMI

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, yaitu pada sel darah putih manusia, dimana terdapat reseptor CD4+ yang merupakan sinyal yang sangat sensitif bagi HIV. Media penularan virus ini adalah cairan tubuh manusia terutama terdapat pada darah, cairan sperma, cairan vagina dan tidak menular melalui keringat, air mata, air ludah, kencing dan air liur. Yang juga sangat penting untuk diketahui adalah perilaku beresiko yang dapat menularkan HIV/AIDS yaitu, melalui hubungan seksual baik homoseksual maupun heteroseksual, melalui transfusi darah, transplantasi organ yang tercemar HIV, melalui alat/ jarum suntik yang tercemar HIV dan pada saat kehamilan baik dari plasenta, pada proses kelahiran ataupun air susu ibu yang sudah tercemar oleh HIV. Tiap orang wajib setidaknya mengetahui mengenai virus ini, agar dapat melindungi diri sendiri sehingga tidak terinfeksi oleh virus ini.

Dari tinjauan BKKBN, situasi AIDS Propinsi Bali menurut faktor resiko sampai dengan Juni 2007, terbanyak berasal dari kalangan heteroseksual yaitu sejumlah 45%, disusul kemudian dari kalangan IDU (Injecting Drug User) sebanyak 40%.

Masih dari data BKKBN, jumlah kasus AIDS di Bali sampai dengan Juni 2007, terjadi peningkatan yang bisa dibilang cukup cepat, bahkan hampir mendekati 100% dari 2 tahun sebelumnya (2005), yaitu dari 880 orang meningkat mencapai 1508 orang. Dan terbanyak ditempati di daerah Denpasar.

Fakta ini memaksa kita waspada untuk lebih membuka mata terhadap penyebaran virus ini. Namun data ini juga belum bisa memastikan secara tepat jumlah yang ada di populasi sebenarnya, karena fenomena HIV/AIDS adalah seperti fenomena gunung es, dimana yang tampak di permukaan hanyalah sebagian kecil dari yang ada secara keseluruhan di populasi.

Hasil tinjauan BKKBN didukung lagi dengan data dari GYCA (Global Youth Coalition on HIV/AIDS) yang menunjukkan bahwa telah terjadi lebih dari 5 juta infeksi HIV baru tiap tahun pada remaja dibawah usia 25 tahun, dengan 6000 infeksi baru setiap hari. Hal ini sangat memprihatinkan karena remaja sebagai generasi penerus bangsa telah terinfeksi oleh virus ini. Namun sebenarnya siapapun dapat terserang virus ini, karena cara penularan virus ini yang sangat bervariasi, dan seseorang hanya dapat diketahui terjangkit tidaknya oleh HIV melalui tes darah. Sehingga diperlukan manajemen diri berupa kesadaran dari dalam diri sendiri untuk melakukan VCT (Voluntary Counseling Testing) dan melakukan tes darah, bila memang merasa memiliki perilaku beresiko yang dapat menularkan HIV. Dengan ketidaktahuan mengenai HIV akan susah untuk menumbuhkan kesadaran dari dalam diri sendiri.

Manajemen diri, dengan meluangkan waktu sejenak untuk memperoleh informasi sebanyak-banyaknya mengenai HIV/AIDS juga akan sangat membantu dalam menumbuhkan kesadaran diri mengenai bahaya HIV/AIDS sehingga dapat waspada terhadap perilaku-perilaku beresiko yang dapat menularkan HIV.

Hasil survey Kita Sayang Remaja (Kisara)-2007, sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang peduli terhadap kesehatan reproduksi remaja, terhadap remaja yang baru memasuki SMU sebanyak 1412 responden di 6 kabupaten (Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan, Bangli dan Klungkung) menunjukkan bahwa hanya 64% yang mengetahui dengan benar apa itu AIDS, hanya 68% mengetahui apa itu HIV, dan sebanyak 65% tidak mengetahui dengan tepat perilaku-perilaku yang dapat menularkan HIV.

Hasil survey tersebut sangat memprihatinkan, karena ternyata masih banyak remaja yang belum mengetahui tentang virus yang sudah merenggut banyak nyawa ini. Dan bagaimana mereka bisa melindungi diri mereka sendiri dari virus ini dengan pengetahuan yang sangat terbatas. Kesadaran tentang bahayanya terjangkit virus ini dapat tumbuh jika didukung dengan adanya pengetahuan yang proporsional, sehingga yang tadinya tidak tahu menjadi tahu, yang tadinya tidak waspada menjadi waspada, yang tadinya tidak peduli menjadi peduli baik terhadap diri sendiri ataupun dalam lingkup yang lebih luas, yaitu terhadap orang lain.

Apalagi pada fase remaja adalah suatu fase yang sangat rentan dalam penularan virus ini. Kenapa? Karena pada fase remaja merupakan fase transisi dari anak-anak menuju dewasa, dimana terjadi perubahan-perubahan baik dari segi fisik, psikis, maupun sosial.

Dari segi psikis utamanya, dimana pada masa remaja, masa mencari identitas diri yang sebenarnya, dengan emosi yang sangat labil, mudah terpengaruh oleh ajakan/tekanan teman sebayanya, memiliki rasa ingin tahu yang besar dengan cara mencoba-coba segala sesuatu tanpa mengetahui benar atau salah dan bahkan dampak-dampak yang dapat ditimbulkan karena tidak dibarengi dengan pengetahuan yang sesuai.

Dengan mamanage diri sendiri yaitu dengan mengontrol diri baik dari tekanan lingkungan (sebaya) ataupun tekanan dalam diri sendiri (nafsu, rasa ingin tahu, rasa ingin mencoba, utamanya pada remaja) dari perilaku beresiko yang dapat menularkan HIV/AIDS, dapat membantu menanggulangi penyebaran HIV/AIDS. Konsep ABCDE juga merupakan pegangan dalam pencegahan terhadap HIV/AIDS dan wajib untuk selalu dipegang teguh.

Abstinensia (tidak melakukan hubungan seksual pra-nikah), Be faithfull (saling setia pada pasangan atau hanya melakukan hubungan seksual dengan satu orang saja), gunakan Condom (bila sudah aktif secara seksual lakukan secara aman agar terhindar dari IMS-Infeksi Menular Seksual atau HIV), Don’t inject ( tidak menggunakan narkoba terutama narkoba suntik), dan Education (perbanyak informasi mengenai HIV/AIDS khususnya sehingga tidak terjebak oleh mitos yang ada).

Dan tidak ada lagi waktu yang sangat tepat kecuali saat ini dan detik ini untuk maju selangkah menunjukkan kepedulian kita, paling tidak dalam lingkup mikro, yaitu dengan menghargai, menghormati dan melindungi diri kita sendiri baru kemudian menunjukkan kepedulian kita terhadap orang lain di sekitar kita.

Penulis, Relawan Kisara (Kita Sayang Remaja)_Divisi KIE (Komunikasi Informasi Edukasi) Anggota KMPA (Kelompok Mahasiswa Peduli AIDS) Mahasiswi Fakultas Kedokteran Unud

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: