Pro-Life or Pro-Choice

From : widari

prolifeprochoice1

Sebut saja Intan, perempuan dengan satu orang putri yang kini usianya 6 tahun. Intan tak menyelesaikan sekolahnya ketika SMU ( Sekolah Mengengah Umum), karena ketika itu Intan hamil diluar nikah, pada saat dia duduk dibangku kelas tiga.

Memang kebingungan melanda perempuan ini ketika mendapati dirinya hamil. Banyak pertimbangan. Dan akhirnya memutuskan untuk membesarkan anak dalam kandungannya hingga kini telah berusia 6 tahun. Dan berhenti bersekolah, karena sekolah tak mengijinkannya untuk melanjutakn sekoalh dengan perut yang kian membesar.

Data yang diperoleh di Klinik remaja Kita Sayang Remaja ( KISARA) dari September  sampai dengan Desember 2008 total yang datang untuk konseling Kehamilan yang Tak Diinginkan ( KTD ) berjumlah 177 orang. Menurut data tersebut, kebanyakan dari kelompok usia 10-24 tahun sekitar 88, 1 %. Kalau dari status pernikahan kurang lebih 84,8% yang belum menikah. Dari segi alasan atau penyebab KTD yang terbanyak karena alasan sosial 51 orang, pendidikan 41 orang dan disusul alasan ekonomi, pendidikan dan sosial, pendidikan dan ekonomi, dan 26 orang karena alasan belum siap.

Seperti yang kita tahu, aborsi masih mengundang kontroversi di negara tercinta kita ini.
Di Indonesia, belum ada batasan resmi mengenai aborsi. Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia (Prof. Dr. JS. Badudu dan Prof. Sutan Mohammad Zain, Pustaka Sinar Harapan, Jakarta, 1996) abortus didefinisikan sebagai terjadi keguguran janin; melakukan abortus sebagai melakukan pengguguran (dengan sengaja karena tak menginginkan bakal bayi yang dikandung itu). Secara umum istilah aborsi diartikan sebagai pengguguran kandungan, yaitu dikeluarkannya janin sebelum waktunya, baik itu secara sengaja maupun tidak. Biasanya dilakukan saat janin masih berusia muda (sebelum bulan ke empat masa kehamilan).

Sementara dalam pasal 15 (1) UU Kesehatan Nomor 23/1992 disebutkan bahwa dalam keadaan darurat sebagai upaya untuk menyelamatkan jiwa ibu hamil dan atau janinnya, dapat dilakukan tindakan medis tertentu. Sedangkan pada ayat 2 tidak disebutkan bentuk dari tindakan medis tertentu itu, hanya disebutkan syarat untuk melakukan tindakan medis tertentu.
Dengan demikian pengertian aborsi yang didefinisikan sebagai tindakan tertentu untuk menyelamatkan ibu dan atau bayinya (pasal 15 UU Kesehatan) adalah pengertian yang sangat rancu dan membingungkan masyarakat dan kalangan medis.

Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) melarang keras dilakukannya aborsi dengan alasan apapun sebagaimana diatur dalam pasal 283, 299 serta pasal 346 – 349. Bahkan pasal 299
intinya mengancam hukuman pidana penjara maksimal empat tahun kepada seseorang yang memberi harapan kepada seorang perempuan bahwa kandungannya dapat digugurkan.

Nah, sekrang yang menjadi pertanyaannya adalah…, sikap kita bagaimana terhadap isu KTD atau Aborsi ?? Apakah kita Pro-life or Pro-Choice ? Pro-life, kita wajib menghormati kehidupan individu sejak masa perubahannya, tak perduli siappun, sama sekali tak boleh menghentikan kehamilannya. Nah kalau Pro-Choice, karena perempuan yang mengalami kehamilan  (sedangkan lelaki yang menghamili :D ) perempuan memiliki hak untuk mengatur fungsi reprodukasinya, kapan mau hamil dan kapan melahirkan.

Kalau dari kasus Intan diatas, kan akhirnya ya tak bisa melanjutkan sekolahnya karena kehamilannya tersebut. So, perempuan yang lebih menjadi korban disini. Bukan begitu..?

So, pilihan ada ditangan anda. Pro-Life or Pro-Choice. Boleh slahkan di komentari dan berikan alsannya. Ini bukan survey loh… just let me know…:P

6 Responses to Pro-Life or Pro-Choice

  1. anton says:

    melihat dari sudut yang berbeda memang sangat mengasikan, apalagi saat kita melihat dari sudut yang sangat berbeda…he
    “Pro-Life or Pro-Choice”
    untuk yang satu ini dan saat ini aku memilih pro choice,
    karena aku beranggapan apabila ada seseorang wanita yang hamil karena diperkosa apakah dia harus mempertahankannya,walaupun hal itu tidak ia inginkan???.

  2. bagus tulisanmu Anton, teruslah bekarya mumpung waktumu masih lebih utk kisara, ayo juga gerakkan temen2 seangkatanmu utk lebih aktif bekarya yg positif.
    Jgn taunya maen game internet mlulu, join kisara bukan utk menikmati fasilitas itu semata, berdayakan dirimu.
    duh kog curhat….he4
    Btw, Saya selaku orang medis secara profesional adalah pro-life, krn kami disumpah hippocrates utk menghormati kehidupan sejak pembuahan. Namun secara hati nurani dan sebagai seorang manusia, juga disuatu saat bila ada indikasi maka Saya juga akan tidak segan utk berjuang sebagai pro-choice.
    jadi kesimpulannya, biarlah kedua kambing diatas (Anton, dimana dpt kartun itu, keren, ku upload ya!) terus bersama, tinggal bagaimana kita memposisikan diri kapan mesti memilih utk pro-life ataupun pro-choice.
    Matur Suksema, sukses kisara-KYC

  3. Anonymous says:

    Untuk yang setuju dengan pro-choice : “Tuhankah dirimu sampai merasa berhak memutuskan siapa boleh dibiarkan hidup atau siapa yang harus mati???!!!”

  4. Band Pop says:

    Bagaimana kalau kau yang berada di posisi sang bayi? Maukah kau diaborsi???

  5. agung eka says:

    kelihatan sekali anonymous dan band pop ini orang yang sama dan itu menunjukkan tidak bertanggung jawab mulai dari identitas.
    bagaimana kalau anonymous aka band pop yang mengalaminya? gak jamin deh pilih dipelihara….
    itu semua kembali ke situasi dan kondisi. dosa? bisa datang dari mana saja…tidak ada yang suci di dunia ini.

  6. Putu Widi says:

    aduh maap baru liat tulisan ini, mudah2an ga basi..
    pengen ikutan komentar soalnya banyak banget kejadian kayak gini, sepupu aku jg ada yg mengalaminya.. jadi tambah gemesss..
    Pro life? bayi tersebut punya hak untuk hidup,jadi kasian kalo diaborsi.. ibunya juga bakal sangat tersiksa kalau menjalani kuretase, aku sering liat kalo ada pasien yg bayinya keguguran.. kerasa sakiiiiit banget walau aku tdk merasakan langsung..

    Pro Choice? kayaknya ini boleh jadi bahan pilihan.. apalagi jika nantinya anak yang dilahirkan tidak diurus oleh orang tuanya yg belum siap lahir batin, tdk ada yg mau adopsi.. nanti si anak bakal hidup menderita, jadilah anak jalanan, gelandangan, pengemis, menyulitkan negara yang udah sulit.. kalo aku dilahirkan karena orang tua yg tidak bertanggung jawab, lebih baik aku diaborsi aja.. hiks sedih..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: