Generasi Yang Tersingkirkan, Generasi Yang Terpuruk Dalam Sebuah Imagi Kebangkitan

May 22, 2008

oleh MASHADI

“Manusia menciptakan sejarah, tetapi sejarah yang diciptakannya itu memaksa manusia untuk berlari mengikuti sejarah yang diciptakannya tanpa mampu merubahnya” sebuah kutipan yang saya ambil dari ucapan Marx tentang sejarah manusia akan membuka tulisan singkat mengenai sebuah generasi yang tersingkirkan, generasi yang terpuruk dalam sebuah imagi kebangkitan.

Baru baru ini kita sebagai suatu bangsa memperingati sebuah moment agung penentu arah sejarah bangsa, kebangkitan nasional yang diperingati setiap tanggal 20 Mei sebagai prasasti kebangkitan sebuah bangsa, Bangsa Indonesia. Dalam momen peringatan sebuah sejarah ini kita menyaksikan bersama bagaimana upaya pemerintah untuk mendongkrak sebuah semangat, asa, harapan dan cita cita bangsa yang kian terseret arus keterpurukan. Sebuah acara dengan penuh gebyar dan kemeriahan, senyum dan kebahagiaan (semu?),
didukung oleh ribuan partisipan dari seluruh pelosok negeri yang diharapkan mewakili seluruh elemen masyarakat dalam upaya mengimagikan sebuah semangat untuk bangkit. Tarian, lagu, puisi dan doa sebagai pralambang harapan, defile kekuatan yang terwakili dari olah gerak beladiri tradisional yang dilakukan oleh pengusung acara sebagai pralambang sebuah upaya dan ditambah dengan kata kata dan janji serta ajakan penyemangat lengkaplah sudah semua pralambang yang dibutuhkan dalam upaya mewujudkan kebangkitan.
Sebuah penggiringan pada kebenaran bersama, tetapi apalah arti dari itu semua? Jika diperbolehkan meminjam istilah Kierkegard, ritual dan seremonia kebangkitan yang diadakan malam 20 Mei 2008 adalah sebuah kondisi akan bangkit dan apa artinya akan bangkit jika kita tidak benar benar bangkit dengan bergerak secara nyata keseluruhan individu dan eksponen bangsa untuk benar benar bangkit, karena keputusan untuk bangkit sendiri berasal dari individu dan mengajak bangkit tidak dapat kita artikan sebagai bangkit itu sendiri. Read the rest of this entry »