Perempuanku

October 10, 2008

Wahai perempuanku…

Kau terlihat begitu anggun,

dengan gaun hitammu yang membalut lekukan-lekukan tubuhmu.

Kau terlihat begitu agung,

Dengan sentuhan jemarimu yang lembut mengenai hatiku…

Dan dibalik senyum itu,

Sang pengelana mampu menikmati getar-getar kecantikanmu

Kau tak lain adalah sebuah kata yang menari-nari di hati sang pengelana,

Hingga tak satupun dari mereka yang berkutik, ketika kau melangkah diantara kalbu.

Wahai perempuanku…

Kau laksana gelombang yang hempaskan rakitku ke tepian

Membawaku ke sebuah kata yang sacral, yaitu cinta,

Dan aku terbius oleh pesona cintamu

Wahai perempuanku…

Ijinkan aku mengecupmu, dalam sebuah ikatan.

Hingga suatu saat nanti, kau bukan hanya perempuanku…

Tapi kau adalah jiwaku…

Yang kucintai…

Wangie

Advertisements

Aku dan Dunia

June 27, 2008

by NANIE

Dunia tak diciptakan untukku
Namun aku diciptakan untuk mengisi dunia
Dunia tak pernah tinggalkanku dalam duka
Tapi hanya memperkenalkanku dengan luka

Inginku tinggalkan dunia untuk suka
Harapku dapat bahagia setelahnya
Namun takutku akan dosa
Mengikatku pada dunia

Bukan berarti ku bersih dari dosa
Dunia juga yang membawa padanya
Bagaimana ku bisa lepaskan diri darinya
Bila duniaku adalah dosa

 


Manusia Letih

June 13, 2008

by NANANG HARTOYO

AKU,
Aku mungkin surga yang hilang
AKU,
Aku mungkin neraka yang datang
AKU,
Aku dahaga yang terhapuskan
AKU,
Aku derita yang terlupakan
AKU,
Aku temarang malam yang telah hilang
AKU,
Aku telaga letih yang mengalirkan duka
AKU,
Aku mahluk tanpa tujuan, manusia tanpa arah

Bantu aku mencari wujud,
Agar aku dapat menempati suatu bentuk.
BENTUK dan WUJUD, yang slalu dapat memikatmu sepanjang waktu.

 


Missing You

May 10, 2008

by NANIE

Saat senja menghampiri
Semuanya telah berlalu
Ingin kusadari semua yang tak berarti
Meski kutahu semua itu semu
Mata ini terbuka

Silau akan indahnya dunia
Lelap dalam maya

Haus dalam dahaga
Nyata menampar diri
Menyadarkan hati ini

Semua yang berarti
Hanyalah goresan dalam jiwa ini


Panggilan Jiwaku

May 4, 2008

by NANIE

Detik itu akan berlalu
Senyum itu semakin memudar
Hingga akhirnya tawa itu menghilang
Saat canda mulai musnah
Bukan inginku memilikinya
Namun ia memaksaku tuk mengenalnya
Berjabat tangan dengan tubuhku
Berpelukan dengan darahku
Dahulu, virus itu asing bagiku
Namun kini ia bagian dalam hidupku
Tak akan melepasku
Menemaniku selalu melewati sisa waktuku
Janagan salahkan aku atas semua ini
Jangan tinggalkan aku untuk deritaku
Dampingi aku dalam perihku
Hingga saatnya kulambaikan tangan ini untukmu